Header Ads

PLC Yaman Kuasai Markas Militer di Mukalla


Sebuah video pernyataan militer yang beredar luas pada Sabtu, 3 Januari, mengungkap pengumuman resmi keberhasilan operasi pengambilalihan markas Wilayah Militer Kedua di Hadramout, Yaman. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Letnan Kolonel Munir Abdul Hadi Al-Tamimi yang disebut sebagai salah satu komandan lapangan dalam operasi itu.

Dalam rekaman video, Al-Tamimi membuka pernyataannya dengan menyebut nama Tuhan, menandai kesan formal dan religius yang lazim dalam pengumuman militer di Yaman. Ia menyampaikan bahwa misi tersebut dilaksanakan tepat pada tanggal 3 Januari setelah melalui tahap perencanaan dan koordinasi.

Operasi pengambilalihan markas itu, menurut Al-Tamimi, dilakukan melalui kerja sama dengan pasukan lokal yang terdiri dari putra-putra Hadramout. Keterlibatan unsur lokal ditekankan sebagai faktor penting keberhasilan operasi tersebut. Sebelumnya, gubernur Hadramaut mengumumkan operasi untuk mengambil alih markas militer dari tangan milisi.
Selain pasukan lokal, operasi juga melibatkan unit pasukan elit yang berpengalaman. Keberadaan pasukan elit disebut memperkuat kemampuan taktis di lapangan, terutama dalam mengamankan fasilitas strategis tanpa kerusakan besar.

Dukungan eksternal juga menjadi bagian penting dari operasi ini. Al-Tamimi menyebut adanya sokongan dari Koalisi Teluk dan negara-negara dalam Koalisi Arab yang selama ini terlibat dalam dinamika keamanan Yaman.

Kerajaan Arab Saudi disebut secara khusus sebagai pihak yang memberikan dukungan utama. Dukungan tersebut dinilai mencakup aspek pengawasan, koordinasi, dan bantuan strategis selama pelaksanaan misi.
Dalam pernyataannya, Al-Tamimi juga menyampaikan bahwa operasi ini berada di bawah pengawasan langsung sejumlah tokoh militer. Nama Muhammad bin Rahman Al-Hadrami dan Jenderal Ayoub Salem Kabir disebut sebagai figur yang memantau jalannya operasi dari awal hingga akhir.

Pengawasan langsung tersebut, menurut Al-Tamimi, dilakukan untuk memastikan misi berjalan sesuai rencana dan meminimalkan risiko di lapangan. Ia menegaskan bahwa setiap perkembangan dipantau secara berkelanjutan.

Keberhasilan operasi ini diklaim diraih dengan kerugian yang sangat minimal. Al-Tamimi menyampaikan rasa syukur atas tercapainya tujuan utama tanpa jatuhnya korban besar di pihak mereka.

Pengambilalihan markas Wilayah Militer Kedua dipandang sebagai langkah strategis dalam peta keamanan Hadramout. Markas tersebut selama ini dianggap sebagai fasilitas penting yang menentukan kontrol militer di kawasan pesisir timur Yaman.

Setelah keberhasilan tersebut, Al-Tamimi menyatakan bahwa fokus berikutnya adalah membersihkan Kota Mukalla. Ia menyebut upaya pembersihan ini bertujuan memastikan stabilitas dan mencegah munculnya kembali ancaman keamanan.

Pengamanan gedung dan fasilitas di sekitar markas juga disebut menjadi prioritas lanjutan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kendali pasukan atas wilayah yang baru dikuasai.

Mukalla sebagai ibu kota Provinsi Hadramout memiliki nilai strategis baik secara ekonomi maupun politik. Setiap perubahan kontrol keamanan di kota ini berpotensi berdampak luas terhadap dinamika Yaman selatan.

Pernyataan militer tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan politik dan keamanan di Hadramout. Beberapa pihak menilai operasi ini sebagai bagian dari upaya konsolidasi kekuatan di wilayah timur Yaman.

Keterlibatan pasukan lokal Hadrami dalam operasi ini juga memunculkan beragam respons. Sebagian pihak melihatnya sebagai simbol peran masyarakat lokal, sementara pihak lain menilai hal itu bagian dari rivalitas elite regional.

Dukungan Koalisi Arab, khususnya Arab Saudi, kembali menegaskan pengaruh kuat aktor regional dalam konflik Yaman. Peran Riyadh terus menjadi faktor kunci dalam perkembangan keamanan di kawasan tersebut.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak lawan terkait pengambilalihan markas tersebut. Situasi di lapangan masih dipantau ketat oleh berbagai pihak yang berkepentingan.

Sejumlah pengamat menilai bahwa klaim minim korban perlu diverifikasi secara independen. Namun demikian, video pernyataan itu telah membentuk opini awal mengenai keberhasilan operasi.

Pengambilalihan ini juga dinilai dapat memengaruhi proses politik yang sedang berjalan di Yaman. Perubahan situasi militer kerap berdampak langsung pada posisi tawar dalam dialog politik.

Ke depan, perhatian akan tertuju pada langkah lanjutan pasukan di Mukalla. Apakah operasi ini berujung pada stabilitas jangka panjang atau justru memicu eskalasi baru, masih menjadi pertanyaan besar dalam konflik Yaman yang belum berakhir.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.